oleh

22 Anak Sangat Bahagia Setelah Manuk Hiber di Puncak Eurad

LEMBANGPEDIA – Sebanyak 22 anak mengikuti program khitanan massal yang digagas Yayasan Senyum Indonesia dan dilaksanakan di objek wisata Puncak Eurad, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Kegiatan dengan tajuk Manuk Hiber merupakan salah satu kegiatan tahunan dari Senyum Indonesia, berupa acara khitan massal untuk anak-anak kurang mampu di daerah-daerah di Jawa Barat.

Ketua Pelaksana Fanny Ardianny menyatakan, kegiatan ini sedikit unik karena dilaksanakan di atas ketinggian Puncak Eurad. Objek wisata itu dipilih karena tempatnya indah dengan selimut kabut yang lembut dan sejuk. Diharapkan kondisi yang nyaman ini bisa membantu anak-anak merasa lebih tenang dalam menghadapi prosesi khitan yang biasanya menegangkan.

“Kegiatan dibuka dengan penyuluhan pasca khitan, lalu dilanjutkan dengan acara simbolik menerbangkan burung, rampak silat, badut dan atraksi naik sisingaan,” ucapnya, Minggu 30 Mei 2021.

Dia melanjutkan, di suasana alam yang dingin juga dilangsungkan berbagai acara lainnya. Seperti memberikan aneka bingkisan seperti sembako, baju baru, roti buaya, bakakak tumpeng biru putih, snack, parcel dan lainnya. Yayasan Senyum Indonesia juga berharap anak-anak yang dikhitan merasa senang dan mendapatkan kesan mendalam dan tak terlupakan.

“Acara ini gratis tapi fasilitas yang diberikan yang baik bagi anak-anak. Mengingat khitan merupakan Sunnah Rosul yang harus ditunaikan anak-anak muslim,” jelas Fanny.

Dalam kegiatan ini juga dihadirkan sisingan yang merupakan kesenian khas wilayah Subang. Biasanya setiap anak yang dikhitan selalu meminta untuk naik sisingaan dan diarak keliling kampung.

“Sengaja menghadirkan atraksi sisingan dan ini merupakan upaya melestarikan dan memperkenalkan budaya sisingaan lebih luas lagi, agar budaya unik warisan leluhur ini tidak dilupakan dan tertelan oleh perkembangan zaman begitu saja,” beber Fanny.

Sementara itu, Zaenal yang masih berusia 5 tahun terlihat sumeringah dan bahagia setelah dikhitan. Dia datang didampingi Kakeknya, Rana dalam mengikuti berbagai kegiatan yang telah disipkan oleh pihak Yayasan Senyum Indonesia.

“Zaenal sangat menunggu moment yang membahagiakan ini dan dari semalam sudah tidak sabar dan terus menanyakan kapan akan disunat,” tutur Rana.

Kedatangan Senyum Indonesia dengan kegiatan yang unik menjadi hiburan tersendiri bagi warga, setelah setahun lebih menjalani kehidupan yang sepi akibat pandemi. Selain khitan, panitia juga menggelar pengobatan gratis untuk 52 pasien, Dauroh untuk 110 anak, pengajian dan pasar rakyat yang semuanya digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. (RDN)

News Feed