oleh

Diduga Akibat Proyek Kereta Cepat, Tembok Di 40 Rumah Retak

Salah seorang warga menunjukan retakan di bagian rumahnya yang diduga akibat ledakan dari pembangunan terowongan kereta cepat, Kampung Dangdeur RT3/RW8 Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (7/1/2020).

CIKALONGWETAN – Sebanyak 40 rumah di Kampung Dangdeur, RT 3, RW 8, Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat mengalami retak, diduga dampak dari proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Salah seorang warga, Sopian mengatakan, retakan yang terjadi pada rumah warga diduga akibat aktivitas peledakan (blasting) untuk keperluan pembangunan terowongan.

“Ada sekitar 40 rumah yang retak-retak sejak  ada proyek kereta cepat,” katanya. Selasa (7/1/2020).

Dia mengaku, rumahnya mengalami retak-retak dibeberapa ruangan rumah seperti di ruang tamu, kamar mandi dan dapur. Hal ini membuat khawatir akan roboh jika tidak segera dilakukan perbaikan.

“Walaupun sering ada petugas yang mengecek rumah warga setelah atau sebelum dilakukan peledakan, tapi tetap khawatir karena dampaknya akan terjadi selang 2-3 bulan setelah peledakan,” ujarnya.

Warga berharap, lanjut Sopian. Itikad baik dari pelaksana proyek untuk memperbaiki rumah warga secepatnya. Mengingat sebelumnya ada pengecekan untuk rumah yang mengalami retak-retak.

“Saya masih menunggu pelaksana proyek untuk memperbaikinya,” harapnya.

Selain khawatir rumah roboh, warga juga dihantui bencana tanah amblas atau longsor. Pasalnya, pada Rabu (1/1/2020) tanah disekitar terowongan kereta cepat yang tidak jauh dari rumah warga amblas.

Sopian menduga amblasnya tanah disebabkan tidak kuat menahan debit air, saat hujan deras turun beberapa hari lalu. Kini lubang bekas tanah amblas sudah ditutup terpal dan diberi garis pembatas untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

“Bekas tanah amblas diberi tanda agar warga lebih hati-hati untuk tidak mendekat ke areal tersebut,” bebernya.

Sopian menyebutkan, terowongan yang akan dibangun sepanjang 1 kilometer, namun dalam proses pelaksanaanya terjadi tanah amblas. (RDN)

Komentar

News Feed