oleh

Aya-aya Wae! Bayar Rp 600.000 Via Calo, Langsung Jos Divaksin Tanpa Antre

LEMBANGPEDIA- Selalu saja ada orang yang ogah mengantre sehingga rela membayar Rp 600.000 agar langsung divaksin COVID-19. 

Setidaknya ada 12 orang yang rela membayar Rp 600.000 demi tidak antre mengikuti vaksin COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat. 

Padahal kegiatan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat itu tidak dipungut biaya alias gratis.

“Vaksinasi sesuai dengan prosedur. Antrean, daftar online, bahkan kami beritahukan kepada masyarakat, tidak ada pembayaran. Gratis, ini program nasional, vaksin jenis apapun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Eisenhower Sitanggang di Ngamprah, Selasa 26 Oktober 2021.

Dia mengakui, dalam ke­giatan vaksinasi di salah satu tempat wisata pada 30 September lalu, memang ada peserta vaksin yang membayar agar mendapatkan vaksin Pfizer tanpa harus meng­antre. Vaksinasi berbayar itu bukan dikoordinasi petugas Dinas Kesehatan.

Sadari peluang

“Faktanya, memang ada seseorang, perempuan ber­inisial M yang mengakomodasi orang-orang yang tidak mau antre supaya menyetor uang kepada dirinya. Perempuan ini melihat peluang, karena begitu banyak orang yang ingin ikut divaksin,” katanya.

Perempuan itu, ungkap dia, awalnya meminta bayaran Rp 500.000 lalu menjadi Rp 600.000 per orang karena animo yang tinggi. Perempuan itu meminta temannya yang jadi petugas vaksin untuk mendulukan mereka yang telah membayar, lalu memberikan tips untuk petugas Dinkes.

Paniti yang melihat ada orang tidak ikut antrean tapi langsung divaksin menaruh kecurigaan. Setelah ditanya, ternyata mereka sudah membayar untuk langsung divaksin.(RDN)

News Feed