oleh

BBPP Lembang Miliki Laboratorium Peningkatan Produksi Benih

LEMBANG – Dalam meningkatkan hasil produksi pertanian yang turut mendorong kesejahteraan petani, diperlukan berbagai inovasi dan teknologi mulai dari pengadaan bibit hingga pengolahan hasil pertanian.

Kini, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang telah memiliki Laboratorium Kultur Jaringan dan Pengolahan Hasil Pertanian berstandar internasional dan modern, untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas produk pertanian yang akan mendukung Program Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian RI, Dedi Nursyamsi mengatakan, beridirnya laboratorium ini dapat menghasilkan berbagai bibit unggulan tanaman hortikultura dan bunga-bungaan.

Apalagi metode kultur jaringan ini mampu meningkatkan produktifitas bibit dengan jumlah besar dalam waktu relatif singkat. Selain ini bibit yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang baik sehingga mendorong meningkatkan hasil pertanian.

“Dalam beberapa bulan bisa menghasilkan satu juta bibit dan jauh hasilnya jika dibandingkan dengan cara konvensional,” ucapnya, Jumat (28/2/2020).

Dia mengungkapkan, untuk salah satu jenis tanaman kentang, saat ini kebutuhan bibit baru terpenuhi sekitar 20 persen hingga 30 persen. Ini membuktikan prospek pemenuhan bibit masih terbuka luas untuk terus dikembangkan.

“Pembangunan laboratorium kultur jaringan ini harus ada di setiap daerah di Indonesia dan jangan hanya dikirim dari BBPP Lembang saja, tapi harus di reaplikasi di daerah lain,” jelas Dedi.

Disamping itu, Dedi juga menegaskan agar petani merobah paradigma yang selama ini dijalankan petani, tanam, petik, jual. Namun jaman sekarang petani juga harus berhitung dari awal, bahwa pertanian harus menguntungkan.

“Para petani juga harus memiliki kemampuan dalam menganalisa kebutuhan pasar agar mendapatkan harga bagus, mengingat harga tergantung pada supply dan demand,” urainya.

Para petani juga akan mendapatkan nilai tambah, lanjut Dedi, jika hasil panen tidak langsung dijual tapi dilakukan pengolahan lanjutan. Apabila ini dilakukan maka nilai jual akan bertambah dibandingkan langsung menjual dari kebun.

“Pengolahan pasca panen adalah kunci kunci keberhasilan peningkatan nilai tambah, keuntungan dan kesejahteraan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud menerangkan, dengan adanya laboratorium bertaraf internasional dan modern ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas produk pertanian yang akan mendukung Program Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

“Muaranya pada peningkatan produksi pertanian, untuk mencapai ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan peningkatan ekspor komoditas pertanian hingga tiga kali lipat seperti diinstruksikan Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo),” ucapnya. (RDN)

News Feed