oleh

Bejat! Perbuatan Cabul YS Terungkap Setelah 8 Tahun

CIMAHI – YS pelaku pecabulan terhadap anak di bawah umur akhirnya terungkap, setelah delapan tahun melakukan aksi bejatnya terhadap korban ATP, di Kampung Babakan Tegallaja RT 04 RW 05, Desa Sukatani Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Kejadian ini terungkap setelah korban melaporkannya ke Polres Cimahi pada 5 Februari 2020 lalu. Atas dasar laporan tersebut, Unit Perlindangan Perempuan dan Anak (PAA), Reskrim Polres Cimahi melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku.

Kapolres Cimahi, AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengungkapkan, pelaku melakukan pencabulan sejak tahun 2011 lalu, dimana saat itu korban masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan korban duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), pelaku mulai melakukan persetubuhan. Aksi bejat pelaku berlangsung hingga korban beranjak dewasa atau berusia 19 tahun 8 bulan.

“Korban tidak mau menceritakan peristiwa yang menimpanya karena pelaku selalu mengancam dan melakukan tindakan kekerasan,” katanya, di Mapolres Cimahi, Selasa (25/2/2020).

Yoris melanjutkan, pelaku juga mengancam korban dengan menggunakan senjata tajam jenis kapak dan memukul korban dengan menggunakan kayu balok, jika tidak mau melakukan persetubuhan dengannya.

“Hal ini semakin membuat korban tertekan dan merahasiakan aksi bejat pelaku,” bebernya.

Perbuatan pelaku terungkap, lanjut Yoris, pada 1 Februari 2020. ketika itu pelaku meminta dipijit oleh korban. Bahkan pelaku meminta untuk mengunci kamar agar tidak ada orang yang masuk. Namun saat di dalam kamar, ibu kandung korban, Siti menggedor pintu kamar agar segera dibukakan pintu. Bukan dibuka, pelaku malah menjawab dengan kata-kata kasar.

“Tidak lama kemudian korban membuka pintu dengan kondisi rambut acak-acakan dan menangis,” kata Yoris.

Setelah kejadian itu, Yoris menjelaskan, malam harinya korban menceritakan semuanya ke Siti perlakukan bejat bapak tirinya yang dilakukan sejak berusia 12 tahun. Tidak hanya terhadap ATP, pelaku juga menyetubuhi kaka korban, MR sejak berusia 5 tahun.

Pelaku dikenakan Pasal 81 Ayat 3 dan Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan masimal 15 tahun dan ditambah 1/3 dari ancaman pidana. (RDN)

 

News Feed