oleh

Jalur Alternatif Lembang–Bandung Rawan Kecelakaan

Jalur alternatif Lembang – Kota Bandung yang kondisnya curam merupakan jalur rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

LEMBANG – Jalur alternatif dari arah Lembang menuju Kota Bandung yang melewati wilayah Punclut maupun Dago rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kondisi jalan yang menurun dan cukup curam banyak kendaraan yang lepas kendali dan rem blong sehingga terjadi kecelakaan. Begitu juga dari arah Kota Bandung menuju Lembang jalan yang menanjak, tidak sedikit kendaraan yang mogok.

Bhabinkamtibmas Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Brigadir Ridwansyah mengatakan, di jalur tersebut terdapat empat titik rawan kecelakaan, diantaranya, Jalan Babakan Bandung, Jalan Bukanagara, Tanjakan Seskoau serta Tanjakan Naga.

Dia melanjutkan, saat ini jalur tersebut sudah menjadi jalur utama bagi masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari. Mengingat jalur tersebut sangat efektif memangkas waktu dan jarak yang akan ke Lembang atau sebaliknya.

“Jika musim liburan jalur alternatif sangat padat dan terjadi kemacetan karena kondisi jalan kurang lebar,” katanya.

Ridwan mengungkapkan, di jalur alternatif sering terjadi kecelakaan lalu lintas, baik kecelakaan tunggal atau pun melibatkan kendaraan dari kedua arah. Setidaknya dalam satu bulan selalu ada laporan kecelakaan yang masuk ke kepolisian.

“Beberapa hari lalu terjadi kecelakaan lalu lintas di Babakan Bandung, Minggu (8/12/2019) lalu. Pengemudi ojek online dan penumpangnya tewas di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya mengingatkan kepada pengemudi yang melaju dari arah Kota Bandung agar menggunakan gigi rendah saat melintas tanjakan tersebut. Begitu juga kendaraan dari arah Lembang harus mengurangi kecepatan ketika di turunan, dan harus memberikan prioritas bagi kendaraan yang menanjak.

“Selain harus berhati-hati saat berkendara, paling penting sebelum berkendara harus dilakukan pemeriksaan kondisi kendaraan seperti rem dan lampu,” pungkasnya. (RDN)

Komentar

News Feed