oleh

Mengejutkan! ND Pelajar SMP Sudah Jadi Bandar Ganja Online Melalui Aplikasi Facebook

CIMAHI – ND, 14 yang masih berstatus pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sudah mengendalikan peredaran ganja dan memiliki jaringan yang luas dengan memanfaatkan media sosial facebook.

Dari hasil pengungkapan Satresnarkoba Polres Cimahi, Si Bandar Cilik ini mendapatkan ganja dari salah seorang narapidana yang berada di Sumatera Barat. Kemudian ganja tersebut dipecah sesuai dengan pesanan yang masuk pada tersangka.

“Tersangka mengedarkan ganja ke berbagai daerah di Indonesia dengan memanfaatkan media sosial facebook sebagai sarana untuk menjalankan transaksinya,” ucap Kapolres Cimahi, AKBP. M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, Selasa (12/5/2020).

Aksi Si Bandar Cilik akhirnya tercium oleh Polres Cimahi. Berawal dari kecurigaan terhadap WL,19 yang selalu mengantarkan paket kotak kecil dengan tujuan berbagai daerah di Indonesia, melalui jasa pengiriman barang yang berada di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

“Saat dilakukan penangkapan, WL akan mengirimkan enam paket ganja ke berbagai daerah pada Senin (11/5/2020). Setelah berkoordinasi dengan pihak jasa pengiriman barang, lalu dilakukan pengecekan dan ternyata paket yang dikirimkan berisi ganja kering,” jelas Yoris.

Tidak berhenti di situ, lanjut Yoris, pihaknya lalu melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan dan ditemukan paket ganja seberat 1 kilogram.

“Diketahui WL merupakan suruhan dari ND untuk mengirimkan paket ganja yang sudah dipesan sebelumnya,” ujarnya.

Yoris mengungkapkan, meskipun masih di bawah umur, Si Bandar Cilik ini memiliki jaringan peredaran yang luas di berbagai daerah, seperti Kalimantan, Sulawesi, Mataram dan DKI Jakarta. Bahkan untuk mengelabui dan tidak tercium aparat, ganja yang akan dikirim diracik dengan berbagai varian rasa, mulai dari rasa anggur, durian dan manga.

“Paket ganja yang akan dikirim dibungkus plastik dengan rapih dan rapat. Lalu dibungkus menggunakan kardus dan diberikan tulisan obat kosmetik,” ungkapnya.

Meskipun keduanya tersangka dan ganja seberat 3,5 kilogram telah diamankan, Yoris akan terus melakukan pendalaman terkait kasus ini, dengan melakukan pengecekan ke teman-teman sekolahnya. Mengingat ND yang masih berstatus pelajar dan di bawah umur sudah menjadi bandar ganja.

“Para tersangka akan diproses secara hukum dan dikenakan Pasal 114 dan Pasal 115 dengan ancaman minimal 5 tahun atau maksimal 20 tahun penjara. Untuk proses selanjutnya, tersangka diserahkan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Anak Kelas I Bandung,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bapas Anak Kelas I Bandung, Bambang Ludiro menyatakan, ND akan mendapatkan pendampingan selama proses pemeriksaan hingga akhir putusan pengadilan. Hal itu dilakukan untuk menghindari perlakuan perlakuan kasar atau penekanan selama dalam proses hukum, sesuai Undang-undang yang berlaku. (RDN)

News Feed