oleh

Perhatian Paguyuban Pasundan Terhadap Pemilu 2024, Didi Turmudzi: Kami Memiliki Sikap Politik Sendiri

LEMBANGPEDIA – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) bekerjasama dengan Pusat Kajian Hukum Politik dan Keamanan Unpas serta Paguyuban Pasundan menggelar seminar nasional tentang Pemilu 2024 dan Prospeknya Bagi Masa Depan Bangsa. Acara tersebut bagian dari kegiatan Milangkala Paguyuban Pasundan yang ke-109. 

Ketua PB Paguyuban Pasundan sekaligus Ketua Pascasarjana Unpas Prof Didi Turmudzi mengatakan, Paguyuban Pasundan memiliki perhatian pada bidang politik meski bukan bagian dari partai politik. Didi menyebutkan pihaknya tidak akan menjadi partai politik tapi memiliki sikap politik.

Didi mengatakan Paguyuban Pasundan ingin berkontribusi turut menyosialisasikan terkait Pemilihan Umum 2024 kepada masyarakat.

“Kita punya kewajiban untuk berkontribusi memberi penyadaran kepada warga Paguyuban Pasundan, dan khususnya warga Jawa Barat dan warga Indonesia bahwa Pemilu itu pintu masuk atau jembatan untuk menentukan nasib jutaan rakyat Indonesia,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Didi menjelaskan soal sosok pemimpin bangsa Indonesia yang harus melindungi rakyatnya, mampu melakukan pengentasan kemiskinan dan pengangguran, mereduksi kejahatan atau kriminalitas, narkotika, human trafficking hingga mampu menjaga kerukunan dan persoalan lainnya.

“Harapan kami, semoga pelaksanaan pemilu ini akan sesuai jadwal, sesuai dengan aturan konstitusi yang harus dikuti semua pihak,” harap dia. 

Ketua pelaksana, Prof Bambang Heru PMS mengatakan kegiatan seminar nasional ini digelar untuk memberikan gambaran terkait Pemilihan Umum 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024.

“Seminar soal Pemilu 2024 dan Prospeknya Bagi Masa Depan Bangsa, salah satunya memberikan gambaran terkait Pemilihan Umum nanti. Banyak isu terkait Pemilu 2024 yang bakal dikaji dalam seminar hari ini. Mulai dari peraturannya, dinamikanya dan isu lainnya yang erat kaitannya dengan Pemilihan Umum 2024,” katanya.

Sedangkan Ketua Divisi Teknis KPU RI, Idham Holik dalam seminar nasional tersebut membahas soal isu  dinamika dan kesiapan penyelenggaraan Pemilu 2024. Idham menyinggung soal wacana penundaan Pemilu 2024 yang sempat ramai dibicarakan oleh khalayak. 

Ia menegaskan Pemilu 2024 akan digelar sesuai jadwal yang sudah disepakati bersama yakni, 14 Februari 2024. Hal ini sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo setelah isu penundaan Pemilu 2024 ramai. 

Namun,  dalam demokrasi konstitusional penundaan Pemilihan Umum tersebut tidak bisa dilakukan, harus tetap dilaksanakan lima tahun sekali sebagaimana aturan yang ada. 

Sementara itu, Peneliti senior dari  Pusat Penelitian Politik LIPI atau BRIN Prof Firman Noor, dalam paparannya membahas soal isu Pemilu 2024 dan momentum perbaikan kualitas demokrasi bangsa.

Ia membahas soal masalah demokrasi di Indonesia yang multidimensi. Termasuk persoalan pendidikan politik di Indonesia yang dianggap lemah. Oleh sebab itu, solusinya adalah Pemilu di Indonesia harus baik dan berintegritas. 

Guru besar Ilmu Politik UPI Bandung yakni, Prof Cecep Darmawan dalam seminar nasional tersebut membahas soal menakar peta politik Pemilu 2024 dan arahnya bagi masa depan bangsa. Cecep menegaskan Pemilu 2024 harus mampu melahirkan pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. Satu di antaranya berbagai dampak dari pandemi Covid-19, seperti masalah ekonomi hingga sosial.

“Pemilu 2024 harus melahirkan pemimpin yang mampu menentukan rencana pembangunan  jangka menengah atau RPJMN untuk terwujudnya Indonesia emas,” ucapnya. 

Sementara itu,  Ketua Pusat Kajian Hukum, Politik dan Keamanan Unpas, Dr. Tugiman mengatakan, diangkatnya seminar dengan tema tersebut merepresentasikan kepedulian Pascasarjana Unpas terhadap keberlangsungan demokrasi. 

Guna mendorong partisipasi politik masyarakat dalam memilih pemimpin nasional yang kelak akan menentukan keberlanjutan pembangunan nasional dan nasib ratusan juta rakyat Indonesia.(TIEN)

News Feed