oleh

Rencana Pembangunan Waterboom Di Zona Sesar Lembang Bikin Resah Warga

LEMBANG – Wilayah Lembang terus diserbu para investor yang ingin mengembangkan usahanya. Padahal di balik keindahan alamnya tersembunyi potensi bencana yang harus diwaspadai.

Selain memiliki potensi bencana longsor yang kerap terjadi, wilayah Lembang dan sekitarnya juga terdapat jalur sesar (Sesar Lembang) yang sewaktu-waktu dapat bergerak dan bisa mengakibatkan bencana besar.

Akan tetapi hal itu seakan-akan diabaikan melihat pembangunan terus-menerus dilakukan tanpa melihat kondisi lingkungannya. Bahkan tidak segan aturan dikangkangi, seolah-olah memiliki kesaktian untuk berlaku demikian.

Beberapa tahun lalu, tersiar kabar akan dibangun waterboom, penginapan, areal edukasi pertanian dan peternakan, yang berlokasi di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Jarak lokasinya sendiri tidak jauh dari Gunung Batu yang merupakan gunung purba hasil dari proses alam yang panjang, dan merupakan jalur sesar yang dikenal dengan nama Sesar Lembang. Informasi itu diikuti dengan kegiatan pengolahan tanah  berupa perataan tanah dengan menggunakan beberapa alat berat.

Saat ini, Minggu (16/2/2020) tidak ada kegiatan di lokasi tersebut. Tapi tampak dari kejauhan, berdiri tenda besar berwarna hijau dan terlihat berbagai alat kelengkapan permainan yang dsimpan di beberapa titik dalam areal yang sekelilingnya ditutup menggunakan seng setinggi dua meter. Konon alat permainan tersebut berasal dari objek wisata yang sudah bangkrut.

Rencana pembangunan waterboom ini juga sudah sampai ke telinga masyarakat. Seorang warga, Asep mengaku pernah mendengar rencana pembangunan waterboom di sekitar Gunung Batu itu, tapi ia tidak mengetahui siapa yang akan membangunanya. Berdasarkan informasi, lahan yang akan digunakan merupakan milik PT DAM Utama Sakti.

“Kalau dari obrolan katanya mau dibangun waterboom tapi gak tau juga. Tapi kalau jadi dibangun, khawatir sih, kan di situ Sesar Lembang,” ucapnya sambil menunjuk ke plang pemberitahuan Zona Sesar Lembang yang berada di bawah Gunung Batu.

Dia tidak bisa membayangkan jika waterboom benar-benar dibangun karena akan memiliki dampak yang sangat besar terhadap lingkungan sekitar Sesar Lembang.

“Kita tidak tahu bencana kapan terjadi, tapi dari informasi katanya selalu ada pergerakan tanah. Kalau ditambah ada aktivitas lainnya, gak tau juga nantinya akan seperti apa,” urai Asep.

Ketua RW 02 Desa Pagerwangi, Wawan mengatakan, sejauh ini warga menolak rencana pembangunan tersebut. Meskipun sampai saat ini belum ada sosialisasi ke warga terkait rencana pembangunan waterboom.

“Sejauh ini warga menolak rencana semua pembangunan di Zona Sesar Lembang,” ucapnya.

Wawan beralasan, jika ini benar-benar dibangun maka akan berdampak terhadap masyarakat sekitar. Hal ini membuat masyarakat resah khawatir dampak yang ditimbulkan akan merugikan masyarakat secara keseluruhan.

Di lain pihak, Kepala Desa Pagerwangi, Agus Ruhidayat juga belum menerima informasi rencana pembangunan waterboom. Terkait diijinkan tidaknya pembangunan ini akan menyesuaikan dengan keinginan masyarakat.

“Kalau warga menolak maka desa pun akan sejalan dengan keinginan warga dan tidak akan memberikan ijin apa pun,” tegasnya. (RDN)

News Feed