oleh

Sektor Pariwisata Terpukul Akibat Virus Corona, Pengusaha Harus Inovatif

LEMBANG – Sektor pariwisata menjadi salah satu yang terdampak akibat wabah virus corona atau Covid-19 karena berkuranganya kunjungan dari wisatawan mancanegara.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sylviana Murni mengatakan, para pengusaha harus bisa bertahan dengan dampak yang disebabkan wabah virus corona, dengan memaksimalkan kunjungan dari wisatawan lokal. Dengan begitu maka sektor pariwisata bisa bertahan di tengah situasi yang tidak kondusif seperti saat ini.

Dia melanjutkan, para pengusaha juga dituntut untuk mampu berinovasi untuk menarik kunjungan wisatawan lokal, dengan membuka paket wisata menarik, memberikan diskon hingga mengadakan berbagai kegiatan yang menarik.

“Bagaimana pun para pengusaha pariwisata pasti terpengaruh dengan dampak virus corona, tapi bagaimana pun tidak boleh menyerah dan bisa bertahan hingga peristiwa ini mereda,” jelas Sylviana, saat berkunjung ke Floating Market, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (5/3/2020).

Meskipun begitu, Sylviana juga optimis dengan antisipasi pemerintah dalam mengantisipasi kedatangan wisatawan mancanegara. Setiap orang yang masuk harus melakukan berbagai pemeriksaan dengan statndar yang sudah ditetapkan.

“Kami pun membawa tamu dari Malaysia dan bisa masuk, dengan melalui berbagai pemeriksaan yang ketat sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusbandio menyatakan, pihaknya mengutamakan penanganan dan antisipasi agar tidak semakin meluas. Salah satunya memfokuskan program pada penanganan wisatawan mancanegara yang masuk ke destinasi Indonesia.

“Penambahan dan peningkatan kualitas destinasi pariwisata harus dilakukan melalui environment sustainability, health and hygiene, dan safety and security,” katanya.

Whisnutama mengungkapkan, saat ini pemerintah telah memiliki SOP yang memiliki standardisasi sesuai kriteria yang diterapkan di dunia internasional. Selain itu juga memiliki anggaran khusus yang diprioritaskan untuk menangani persoalan tersebut.

“Hal ini tidak hanya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia, tapi juga kondusifitas pariwisata Indonesia yang rentan dengan kondisi, persepsi, dan isu,” ungkapnya.

Kemenparekraf, lanjut Whisnutama, terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan virus corona saat ini.

“Kami juga mengimbau kepada wisatawan atau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga imunitas tubuh dan memulai gerakan masyarakat hidup sehat sesuai dengan arahan pemerintah,” tandasnya. (RDN)

News Feed