oleh

Serempak, Bandung Barat Dan Kota Cimahi Perpanjang PSBB Selama 14 Hari

NGAMPRAH – Daerah yang berbatasan langsung, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Pemerintahan Kota Cimahi secara serempak memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menyatakan dari hasil rapat evaluasi bersama tim gugus tugas COVID-19 KBB dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), pelaksanaan PSBB akan tetap diterapkan secara parsial dengan mengacu pada peta penyebarannya selama ini.

Untuk PSBB parsial periode ketiga, lanjut Aa Umbara akan diterapkan do 13 RW yang berada di 8 desa. Diharapkan penanggulangan penyebaran COVID-19 di bisa tertangani dengan maksimal.

“Dari hasil evaluasi, Bandung Barat masuk kedalam zona kuning, meskipun hasil evaluasi dari Pemprov Jawa Barat masuk kedalam zona biru. Dengan begitu maka perpanjangan PSBB diberlakukan untuk 14 hari kedepan,” katanya, Selasa (19/5/2020).

Dia menegaskan, dalam PSBB periode tiga ini akan difokuskan di 8 desa dengan dilakukan pengetatan. Salah satunya, masyarakat diwajibkan untuk membekali diri dengan surat izin keluar rumah dari RT jika hendak bepergian.

“Jika akan berpergian, warga harus mengantongi surat dari RT setempat dan harus diawasi dengan benar,” tegas Aa Umbara.

Kota Cimahi Masih Zona Merah

Perpanjangan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial di Kota Cimahi, dikarenakan masih masuk ke dalam zona merah penyebaran Corona Virus Disease atau COVID-19. Hal itu didasarkan pada hasil evaluasi perhitungan Provinsi Jawa Barat.

“Kota Cimahi masuk dalam zona merah dan semua wilayah tidak begitu baik untuk dikunjungi,” ucapnya, Selasa (19/5/2020).

Ajay menjelaskan, secara aturan penerapannya tidak berbeda dengan PSBB diterapkan sebelumnya. Akan tetapi beberapa ruas jalan protokol yang ada di wilayah Kota Cimahi akan ditutup untuk mengurangi aktivitas masyarakat.

“Kita coba kurangi aktivitas warga karena selama pelaksanaan PSBB selama ini, aktivitas warga masih normal. Idealnya aktivitas warga di luar rumah selama penerapan PSBB hanya 30 persen,” jelasnya.

Selama ini aktivitas masyarakat di pasar tradisional masih tinggi jelang Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi. Untuk mengurangi kerumanan harus diambil langkah penertiban dan akan dievaluasi karena selama ini kurang efektif.

“Dalam dua pekan ke depan, tugas Satpol PP akan dimaksimalkan dan langkah-langkah yang akan diambil akan dibahas kembali dengan mengacu pada hasil evaluasi,” beber Ajay.

Meskipun masuk zona merah, Ajay mengklaim tidak ada lonjakan kasus baru. Pasalnya, kasus yang terkonfirmasi saat ini merupakan hasil swab yang baru keluar.

“Masyarakat harus mengikuti aturan selama penerapan PSBB. Kalau banyak pelanggaran, prediksi pasca lebaran bisa saja ada kasus-kasus baru, tapi kita tidak inginkan itu,” pungkasnya. (RDN)

News Feed