oleh

Terlilit Hutang, Guru Agama Nekat Jadi Jambret

CIMAHI – Edi Rustandi,43 yang tinggal di Jalan Sadarmanah, RT 06/02, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, diringkus Satreskrim Polres Cimahi setelah melakukan beberapa kali aksi penjambretan perhiasan dengan target anak-anak.

Edi yang juga sebagai guru agama ini selalu lolos dalam melakukan aksinya. Namun aksi yang dia lakukan pada 23 Oktober 2020 di Puri Kahuripan Residence Blok B RT 02/06, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat menjadi aksi terakhir karena terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

“Kami langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil ditangkap di wilayah Sukabumi,” ucap Kapolres Cimahi, AKBP. Indra Setiawan, Rabu (11/11/2020).

Indra mengungkapkan, dari hasil penyelidikan pelaku sudah sebanyak 8 kali melakukan penjambretan dengan incaran perhiasan seperti kalung dan gelang yang dipakai oleh anak-anak. Bahkan dalam aksi terkahirnya, pelaku berhasil membawa kalung emas seberat 3,6 gram.

“Dari pengakuannya, pelaku melakukan di wilayah Bandung Barat sebanyak 6 kali dan 2 kali di Kota Cimahi,” ungkapnya.

Edi Rustandi mengaku nekat melakukan aksinya, karena terdesak kebutuhan ekonomi untuk memenuhi kewajibannya membayar hutang terhadap rentenir. Setiap perhiasan hasil menjambret dijual kisaran Rp600 ribu hingga Rp1,2 juta.

Dia juga mengatakan, aksinyasudah dilakukan dalam waktu tiga bulan terakhir dan target anak-anak sebagai korbannya karena tidak akan melakukan perlawanan saat dijambret.

“Sehari-hari kegiatan mengajar agama, melakukan aksi kriminal karena terlilit hutang pada rentenir dengan bunga cukup tinggi. Tapi hutang belum terbayar sudah tertangkap,” ucap Edi.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (RDN)

News Feed