oleh

Tilep Uang Hingga 800 Juta, 2 Pegawai Perum Damri Jadi Tersangka Perkara Penggelapan

LEMBANGPEDIA – Dua orang pegawai Perum DAMRI Cabang Bandung telah ditetapkan sebagai tersangka perkara penggelapan. Kedua orang tersangka diketahui telah menggunakan sejumlah modus operandi hingga mendapatkan keuntungan di atas Rp 800 juta. 

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Rachmad Vidianto menyebutkan dua tersangka itu antara lain Sandi Subiantoro dan Atep Sunandi. Keduanya diketahui telah melakukan perbuatan melanggar hukum itu selama dua tahun.

“Mereka tidak menyetorkan atau menggelapkan uang pendapatan perusahaan (UPP) Perum DAMRI cabang Bandung dalam kurun waktu 2016-2018. Modusnya dengan membuat pembukuan fiktif dan membuat kuitansi dan nota pembelian sparepart Bus diduga fiktif,” ucapnya pada Senin (23/5/2022).

Sandi diketahui merupakan pegawai pada Perum DAMRI cabang Bandung sedangkan Atep merupakan manajer keuangan Perum DAMRI cabang Bandung. Sandi berperan selaku koordinator penerima UPP. 

Sandi menerima setoran dari kondektur Bus kota untuk di 7 lajur yakni Ledeng-Leuwipanjang, Dago-Leuwipanjang, Tanjungsari-Kebon Kalapa dan Alun-alun-Ciburuy dengan tarif Rp 5.000 per penumpang. Kemudian lajur Elang-Jatinangor dan Dipatiukur-Jatinangor dengan tarif Rp 8.000 per penumpang. Kemudian lajur Kota Baru Parahyangan-Alun-alun Bandung dengan tarif Rp 10 ribu per penumpang.

“Tersangka tidak menyetorkan UPP Pool 1 DAMRI cabang Bandung dari tahun 2016 sampai dengan November 2018,” ujarnya.

Sementara Atep berperan menutupi UPP yang tidak disetorkan tersebut agar terlihat balance antara kredit dan debit.  Dia melakukan dengan cara membuat catatan pengeluaran fiktif di AK/4 pada pos pembukuan PP400 (bayar utang) rekanan dengan total nominal sebesar Rp 330.382.809 juta. Selain itu, terdakwa Atep Sutendi melakukan catatan pengeluaran fiktif pada pencatatan piutang usaha dan bisnis angkutan haji sebesar Rp 600 juta. “Kerugian negara adalah sejumlah Rp 814.367.299,” katanya.

Keduanya akan segera disidangkan karena berkas perkara ini sudah lengkap. Rachmad menuturkan berkas perkara akan segera dilimpahkan ke pengadilan negeri (PN) Bandung.(TIEN)

News Feed