oleh

Tragis, Hanya Satu Orang Siswa Daftar Ke SMK BNN

Caption Foto : SMK Bhakti Nusantara Nasional (BNN) terpaksa menggabungkan siswa kelas XI dan kelas XII dalam proses belajar dikarenakan kekurangan jumlah siswa, Kamis (18/7/2019)

CISARUA – Pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020, banyak sekolah-sekolah “favorit” menjadi tujuan siswa untuk melanjutkan pendidikannya. Bahkan banyak sekolah yang tidak bisa menampung siswa karena keterbatasan ruang belajar.

Namun kondisi terbalik dialami SMK Bhakti Nusantara Nasional (BNN) yang berada di Kampung Cibadak, RT 4 RW 1, Desa Kertawangi,  Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Setiap tahun ajaran baru jumlah siswa yang mendaftar terus menyusut. Untuk tahun ajaran 2019/2020 siswa yang mendaftar hanya satu orang siswa, dan pada tahun sebelumnya hanya tujuh orang siswa yang mendaftar ke SMK BNN yang berdiri sejak sembilan tahun lalu ini.

“Bahkan satu-satunya siswa baru yang mendaftar sudah tidak masuk sekolah. Untuk menambah jumlah siswa, sekolah masih membuka pendaftaran sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ucap Wakil Yayasan Bakti Nusantara Nasional, Sutasah, Kamis (18/7/2019).

Kondisi ini dikeluhkan oleh pihak sekolah dan tidak bisa berbuat banyak. Akan tetapi proses belajar mengajar terus berlangsung meskipun jumlah siswa sangat minim.

“Kami terus berjuang agar jumlah siswa bertambah dan para guru yang berstatus honorer berkomitmen untuk terus mengajar walau jumlah siswa hanya sedikit,” ujar Sutasah.

Hingga saat ini, lanjut Sutasah, jumlah siswa SMK BNN hanya tersisa 11 orang yang berasal dari kelas XI dan XII. Agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, siswa di kelas XI dan XII digabung dalam satu ruang kelas.

“Dengan jumlah siswa yang sedikit banyak ruangan kelas yang tidak terpakai,” jelasnya.

Berdirinya SMK Negeri yang tidak jauh dari lokasi SMK BNN, ditambah akses yang agak jauh dari jalan raya, membuat SMK BNN yang memiliki tiga jurusan, yakni farmasi, otomotif dan administrasi perkantoran kalah bersaing.

Siswa kelas XI jurusan Farmasi, Imas Mirawati Dewi, 15, mengaku, dirinya tidak terganggu dengan kondisi sekolah yang jumlah siswanya sedikit. Dia menyatakan, tetap semangat untuk terus belajar dan mengerti pelajaran yang diajarkan para gurunya.

“Tidak ada masalah sama sekali dan tetap semangat untuk terus belajar,” tuturnya. (RDN)

Komentar

News Feed