oleh

TWA Tangkuban Perahu Tetap Jadi Primadona

Caption Foto : Wisatawan tengah berfoto di Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (8/6/2019)

LEMBANG – Siapa yang tidak pernah mendengar Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu yang berada diantara Kabupaten Bandung Barat dengan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Sejarah letusan Gunung Tangkuban Perahu yang panjang, dibumbui dengan cerita legenda Sangkuriang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Mereka bisa menikmati alam, mecium bau belerang dan melihat pemandangan kawah Ratu, Domas, Upas serta kawah lainnya yang berada di kawasan TWA Tangkuban Perahu.

Orsinalitas alam yang menjadi daya jual menjadikan TWA Tangkuban Perahu menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara. Tidak heran selama libur lebaran tahun 2019, TWA Tangkuban Perahu menjadi pilihan puluhan ribu wisatawan.

Direktur Utama PT GRPP yang mengelola TWA Tangkuban Perahu, Putra Kaban mengatakan, selama libur lebaran jumlah wisatawan yang datang selalu mengalami peningkatan. Wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah seperti, Sumatera, Bali, Jakarta dan sekitarnya.

“Walaupun menuju lokasi agak macet, wisatawan tetap antusias dan tidak mengurungkan niatnya datang ke Tangkuban Perahu,” tuturnya.

Menjamurnya berbagai objek wisata di wilayah Lembang, Kaban tetap optimis Tangkuban Perahu tetap menjadi primadona dan pilihan untuk berwisata. Pasalnya objek wisata yang ditawarkan sangat berbeda dan Tangkuban Perahu sangat khas.

Meskipun begitu bukan berarti tidak ada yang dilakukan. Evaluasi terus dijalankan dalam rangka pembenahan dan perbaikan. Tujuannya memberikan kenyamanan pada wisatawan.

“Setiap ada yang dinilai masih kurang maka akan diperbaiki, serta dilakukan berbagai inovasi agar lebih baik lagi,” jelas Kaban.

Dia menyatakan, berbagai fasilitas untuk wisatawan seperti masjid, tempat berteduh/beristirahat yang luas, menara pandang serta fasilitas penunjang lainnya sudah dibangun. Begitu juga dengan keberadaan pedagang yang ditempatkan di kios-kios yang nyaman dan bersih.

“Kami juga berupaya memberikan manfaat pada masyarakat pedagang dalam meningkatkan kesejahteraannya,” beber Kaban.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Hamdani mengaku berwisata ke TWA Tangkuban Perahu bukan untuk pertama kalinya. Dia melihat dari segi pelayanan bagi wisatawan banyak perobahan, terutama sarana dan prasarananya lebih lengkap.

“Dari bawah sudah ada petugas yang atur lalu lintas, begitu sampai di atas kondisinya sudah teratur walaupun kondisinya padat pengunjung,”tuturnya. (RDN)

Komentar

News Feed