oleh

Warisan Suami Dijual Cucu Tiri, Tanda Tangan Ellen Plaissaer Sjair Dipalsukan

LEMBANGPEDIA – Ellen Plaissaer Sjair lansia yang berusia 80 tahun itu menghadapi ketakutan terbesarnya. Ia harus mengosongkan rumah peninggalan suaminya.

Karena cucu tirinya telah menjual rumah itu tanpa sepengetahuannya.

Ellen yang tinggal sebatang kara dipaksa meninggalkan rumah yang ia tinggali di Blok Jayagiri, Kampung Jayagiri, RT 04 RW 11, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Sepeninggal suaminya, rumah yang berdiri di lahan seluas 3.230 meter persegi itu diwasiatkan untuk Ellen dan IW. IW adalah cucu dari pernikahan Peter sebelumnya.

Namun pada 2013, rumah yang ditinggali Ellen itu dijual senilai Rp2,8 miliar, jauh dari nilai jualnya. Kuasa hukumnya, Bobby Herlambang Siregar menyebut di wilayah Ellen harga tanah sudah Rp5 juta per meter persegi.

Rumah yang ditinggalkan suaminya, almarhum Peter S. Danoewinata itu ternyata telah dijual oleh cucu tirinya IW pada tahun 2013.

Kini, pembeli rumah tersebut meminta Ellen mengosongkan rumah. Bahkan si pembeli rumah telah melayangkan gugatan terhadap Ellen.

IW telah membuat seolah-olah Ellen memberikan kuasa padanya dengan memalsukan tanda tangan Ellen, untuk menjual rumahnya itu.

Pada 2015, Ellen melaporkan pemalsuan tanda tangan oleh IW ke Pengadilan Negeri Bale Bandung. Hakim menjatuhkan vonis IW selama dua tahun. Tapi tidak dengan rumahnya yang tetap dinyatakan terjual.

“Berikutnya si pembeli rumah mengajukan gugatan kepada Ellen karena ia akan segera menempati rumah yang akan dibelinya itu,” katanya.(RDN)

News Feed